Dialog Pembukaan

Suatu ketika Nasrudin bertamu kesebuah rumah di pondokan tepi hutan. halamannya kacau balau, dindingnya rapuh, dan sepi.

“pesta macam apa ini” pikirnya. Lalu tiba-tiba seorang laki-laki paruh baya keluar dengan senyuman yang sangat hangat. Nasrudin mengucapkan salam dan dijawab lelaki itu sambil memeluk sang Mullah.

“ayoh masuk Din, pestanya segera dimulai”

“Mari” jawab Nasrudin sambil bertanya-tanya “pesta apaan nich”. lalu setibanya didalam rumah reot itu Nasrudin begitu terperangah. ternyata ada sebuah jalan berkelok yang menembus hutan. dari kejauhan terlihat warna yang mengkilat-kilat.

“Apa itu?” tanya Nasrudin pada lelaki itu. tapi lelaki itu hanya menjawab dengan senyum saja. setelah limabelas menit berjalan dengan langkah cepat, Nasrudin mulai terengah-engah dan kehilangan kesabaran untuk mendapat jawaban.

“Tuan,kapan kita sampai” tanyanya. kali ini lelaki itu berhenti dan menunjuk arah depan. terdapat sebuah tanah lapang berisi emas berlian. orang-orang berpesta dengan makanan dan minuman yang berlimpah. Nasrudin tiba-tiba merasa tersihir dengan pemandangan ini dan terperangah.

“MasyaAllah..”Pesta apa ini mewah sekali” katanya. maka lelaki itu menepuk pundak Nasrudin dan berkata:

“Pembukaan yang buruk belum tentu berisi pesta yang buruk Din”

Pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada ALlah SWT yang telah memberikan apapun yang kita butuhkan dan apapun yang tidak kita ketahui kebutuhan kita atasnya, juga yang telah memberikan kita masa silam, masa kini, dan masa mendatang. Semoga Shalawat dan salam tercurah atas nabi Muhammad SAW.

Satu tema sentral yang kupilih dalam blog ini adalah:

Mengenang masa lalu

memvisualisasikan masa depan

dan hidup dengan memikirkan masa kini

mengapa? yah, menurutku sih masa, usia, umur, detak jantung, dan sebutan lain untuk waktu itu menjadi hal yang tak dapat kita elakkan. aku tak bisa mengelak dari masa lalu, seberapa pahitpun itu. aku juga tak dapat melarikan diri dari masa depan, seberapa surampun. juga aku tak bisa menghilang dari masa kini, seberapa inginpun.

maka karena tak bisa melarikan diri itulah, menurutku, aku perlu mengambil pelajaran dari masa laluku, memvisualisasikan masa depanku yang gilang gemilang (woeah… bahasanja ejang-ejang), dan memikirkan hal-hal yang kini kulakukan sehingga dapat menjadi lebih dekat dengan diriku. maksudku, lebih dekat lagi dengan hidup yang jelas terarah dan menggembirakan.

howdy….

Umar Hakim

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

12 thoughts on “Dialog Pembukaan”

  1. masa lalu, masa sekarang, masa depan…………..

    asyik buat dikaji…

    pastinya tetep jadi sejarah nantinya…

    tergantung kita mo sejarah yang besar apa yang biasa2 aja…

    Like

  2. sama2, mhon krjasamany krn qt skrg 1komplek..
    mskpn dlu qt prnh slg brkunjung tp klo tetanggaan mah bru y..
    alhmdllh sy ckup betah dsni,mskpn rumah sy memang btuh d renovasi d bbrp sudut..krn insyaAllah brniat mnambh anggota klrga..biasa btuh yg lebih luas..

    Like

  3. “tapi, di belakang ‘rumah’ ini ada jalan yang lebih panjang lagi, din. di sepinggirannya hanya sampah.” laki-laki paruh baya melenggang ke belakang rumah, meninggalkan nasrudin dan pesta yang mewah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s