12.11.09
Tantamaslah!(bukan tamasyalah)
“disetiap lengkung pilihan
takdir setia menanti nafas kita”
oemar timbul
di dunia ini ada yang dapat di jangkau dan ada yang tidak. seperti potongan-potongan mozaik dan puzzle yang sangat komplesk.
terkadang sering kulihat dunia sebagai sebuah tantangan, namun terlalu sering aku menganggapnya sebagai masalah.
bedanya?
menurutku yang membedakan ialah
hanya seputar perasaan saja. seperti perasaan ketika menemui sebuah hambatan dalam games, ada dua sikap: memainkan peran permainan yang terrrrrbaik, atau yang kedua segera buka Mozila firefox, buka mbah google, dan ketik dalam pencariannya : nama games <spasi> cheat. wew. memang tidak sopan dan tidak gentle yah… namun begitulah hidup.
mana yang kupilih dan yang kau pilih akan menentukan kemana kita akan menuju.
pertanyaannya: “Apa yang kupilih?”
12.09.09
Monoton dan Menonton Alamku
dalam hidup yang begitu cepat berjalan ini, seorang ayah pernah bertanya pada anaknya
“apakah yang kau inginkan dalam hidupmu” senyumannya menentramkan sekali
” aku ingin hidup dengan bahagia dan tidak mempunyai masalah. sangat damai sekali” jawab anaknya
sang ayah kemudian memandang langit dan pepohonan disekitarnya dan berkata pada anaknya: “lihatlah nak”
” Apa?” tukas sang anak
“Bagaimana menurutmu jika semua tanah rata, semua pohon sama, dan langit berwarna sama dan itu berjalan seumur hidupmu?” Read the rest of this entry »
12.07.09
Seperti Mawar Penyair
tak seorangpun memaksa rekah-kuncupnya
bahkan kau, aku, dan para penyair
yang gemar menyihir rasa dengan kata
mereka takkan mampu menumbuhkannya
pada hatimu juga hatiku
tapi kita yang bodoh bahkan bisu kata
mampu memilikinya
tanpa berguru pada penyair
pecinta ialah penyair diatas penyair
ketika cinta hadir di antara kepala dan perut kita
wajahmu terbuka dimataku
maka kau merasuk dalam jiwaku
menjelma menjadi kuncupmawar
pada taman puisi di dalam mimpi
tapi aku tak pernah tuntas
mencecap aromamu
7 des 09
11.28.09
IDUL QURBAN TANPA DAGING
“Apa yang mereka lakukan wahai Abi?” tanya seorang anak ditengah kesunyian
“Mengapa mereka menyembelih demikian banyak binatang berkaki empat? apakah ini hari perayaan kemenangan perang?” lanjutnya
“Atau sebuah hegemoni yang menjadi adat saja?”
“Ah aku terlalu banyak bersuudzon ya Bi, aku ingat betul. mereka sedang berqurban Read the rest of this entry »
11.17.09
Puteri Naga Api
“seperti ini hidup yang selalu kita alami. memiliki berbagai jebakan, rintangan, dan gundah gulana untuk diatasi. ketika kita mampu mengatasinya maka akan menemukan puncak yang bernama ‘kemanusiaan’. ini adalah karena kita meninggalkan sifat ‘kebinatangan’ kita.” kata laki-laki itu dihadapan putranya yang masih kecil.
“oh begitu ya Yah, lalu, mengapa ibu menjadi Naga Api?” tanya putranya. konon istri lelaki itu telah menjelma menjadi Naga Api dan terbang kelangit untuk mencari sesuatu yang disebut hidup layak bagi putranya.
“hah” lelaki itu menarik nafas panjang “Ibumu tak mau menunggu kita untuk bisa memahami bahwa dia seorang putri. maka iapun menjelma menjadi Naga yang selalu bergerak untuk memberikan kamu hidup yang lebih baik dari sebelumnya”
“kenapa ayah tidak bekerja?” tanya anak itu lagi.
“Karena aku hanya ada dalam bayang-bayangmu saja”
*sebuah rilis untuk singgle parent yang berjuang bagi putra-putrinya
tetaplah menjadi Naga Api.
11.14.09
Tugas Akhir, Akhiri Tugas
Ketika aku mengatakan “Wah sulit sekali nyelesaiin tugas akhir ini”
tiba-tiba terbaca “dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah” (14:20)
aku teringat kepada sebuah potongan pembicaraan antara aku dan pikiranku/ me and myself/, lets check it out:
maka pemuda berambut keriting itupun memikirkan beribu-ribu lintasan pikiran yang memasuki kepalanya. dihadapannya ada hutan rimba dan gunung tinggi menghadang. sedangkan dibelakang sana ada sebuah rawa-rawa penuh buaya. dan selebihnya hanyalah tebing curam dengan tulang-tulang manusia Read the rest of this entry »
11.08.09
maslalo maskin
kabar tentang akan turunnya pertapa besar dari gunung membuat banyak warga desa menanti-nanti di gerbang desa. seharian mereka menanti untuk mendapatkan wejangan berharga, atau sekedar mengeluhkan tentang hidup mereka yang payah. bahkan ada seorang yang menanti hanya untuk minta tanda tangan/pertapaholic/
setelah matahari mulai bersembunyi Read the rest of this entry »
11.05.09
Buluh Bambu, Dan Nyanyian
“mengapa kau menangis bocah?”
“karena aku tak mendapatkan mimpiku”
“bukankah kau masih bisa mengejarnya”
“ia seperti layang-layang yang putus, sudah tersangkut di pohon entah”
“lalu megapa tak kau buat lagi layang-layang baru, bukankah kau punya buluh bambu, tali, dan kertas? tanya ibuku” Read the rest of this entry »
11.02.09
Syair Terindah Sang Sastrawan
Umar Hak1m punya cerita tentang Sastrawan. Suatu ketika sang Raja/entah sapa namanya/ penasaran ingin mengetahui proses kreatif seorang sastrawan
“Buatkan sebuah syair terindahmu”perintah raja
“insyaAllah” tukas sastrawan yang unik itu /ah mengingatkanku pada Charlie Chaplin/ Read the rest of this entry »
10.26.09
Dialog Pembukaan
Suatu ketika Nasrudin bertamu kesebuah rumah di pondokan tepi hutan. halamannya kacau balau, dindingnya rapuh, dan sepi.
“pesta macam apa ini” pikirnya. Lalu tiba-tiba seorang laki-laki paruh baya keluar dengan senyuman yang sangat hangat. Nasrudin mengucapkan salam dan dijawab lelaki itu sambil memeluk sang Mullah.
“ayoh masuk Din, pestanya segera dimulai”
“Mari” jawab Nasrudin sambil bertanya-tanya “pesta apaan nich”. lalu setibanya Read the rest of this entry »

