Langitanah

February 6, 2010

Bahasa Alam

Filed under: Uncategorized — by hak1m @ 2:07 pm

“bahasa alam, apa maksudmu benda benda itu bisa berbicara? kau bercanda pasti” ia berkata pada makhluk didepannya.

“ya, bahkan kau bisa berbicara denganku, dengan batu, dengan langit, bahkan dengan debu. kalau urusan bercanda atau tidak, mungkin ya mungkin juga tidak” ia membetulkan kerah hitamnya yang tertekuk. jubahnya yang hitam bergelombang ketika angin dari samping kirinya datang, (more…)

January 30, 2010

Ia yang berjalan di kegelapan

Filed under: Qodoya — by hak1m @ 4:08 pm
Tags:

“Matahari dan rembulan seolah menjadi teman hidup yang usianya ribuan tahun tapi keduanya senantiasa bisa sabar. Matahari dengan sinarnya yang bersemangat seperti ayahku dan rembulan yang selalu terlihat menawan, untuk yang ini aku tak yakin pasti apakah sama atau tidak, bagiku ibu juga matahari, lalu tiba-tiba keduanya menghilang dalam hidupku. Aku menjelma menjadi bayang-bayang hutan ketika keduanya masih ada, kini aku sempurna menjadi kegelapan itu sendiri”. Hati anak itu terus berbicara, seperti memasuki lorong yang dalam, iapun semakin jauh berjalan menuju hutan. dari kejauhuan tampak sebuah rumah kecil beratap rumbia, dengan sebuah gentong air dan batok kelapa. (more…)

January 28, 2010

Hatiku Mengapa Menangis

Filed under: Kenangan, Qodoya, pemikiran — by hak1m @ 3:01 pm
Tags: ,

“hati selalu jujur. sangat jujur bahkan. ia tinggal dalam salah satu rongga dalam tubuhmu, tapi kau mungkin tak tahu dimana. hati yang di rongga perutmu itu adalah daging, tapi bukan itu yang ingin kukatakan padamu” lelaki tua itu mengangkat peci hitamnya sambil mengamati mata seorang bocah yang perpendar, kebungungan dengan kata-kata sang kakek. (more…)

January 22, 2010

masa lalu

Filed under: Kenangan, Puisi, pemikiran — by hak1m @ 4:45 pm

apa yang paling disukai oleh hakim kecil? tanyaku pada suatu hari

bermain, berlari, dan sekedar berjalan dibawah hujan yang deras

mengapa? tanyaku

Sebab aku bisa menangis tanpa ketahuan siapapun

T_T

January 14, 2010

Penyesalan dan Pembelajaran

Filed under: Kenangan, dakwah, pemikiran, visualisasi — by hak1m @ 4:38 am

tiba-tiba, hakim tidak bisa tidur malam itu. ia hanya mengedip-kedipkan mata mengamati langit-langit kamarnya. kamar yang cukup luas, 3 x3 m, cat warna merah bata, pintu disebelah kiri, dan jendela disebelah kanan. sesekali Hakim melihat sebuah papan target di depan tempat dia merebahkan tubuh, tertulis jelas disana

Prof. Hakim, S.Pi., M.Biotech, PhD

berkeluarga, S2 , Athlete Merah

dari luar kamar terdengar suara katak yang memanggil kawan, atau kekasihnya. tak lupa jangkrik dan beberapa suara burung malam serta kelepak kelelawar melintas. ini sudah jam 01.00 tapi matanya tak mau mengatup menuju mimpi-mimpi (buruk) seperti biasanya. (more…)

January 2, 2010

Bait Sunyi Hidupku

Filed under: Kenangan — by hak1m @ 10:21 pm

Bait-bait sunyi
Mengabur dimataku
Serupa kabut
Mengental dibukit
Tak ada celah buat cahaya

Bila telah tiba
sunyi serupa kawan
bercengkrama
Beribu putar jarum jam
Berjuta degup jantung
Hilang
terbang melayang
Tak kembali pulang
Menyisa rambut memutih
Serta usia sarat
dan usang

Maka, pada bait sajak ini
Kusiasati seluruh peluh
Biar mengental kabut
Dalam hidup remang
Mengusir rasa gamang
Ketika kembali pulang
Menuju langit
Bermilyar bintang

Semesta, sambut arwahku
Ketika melayang
Menghambur di kubur
seusia waktu

2010

December 25, 2009

Jamur benang dan khamir

Filed under: Uncategorized — by hak1m @ 2:39 am

wow judul apa ini. tentunya tak akan ada yang peduli  /kecuali penulisnya/. yup, suatu hari ada seorang yang memasuki laboratorium dan melihat plating seorang mahasiswa. plating adalah menanam mikroba kedalam media tanam, bisa nutrien agar atau semacamnya. dan ketika didekati, pemuda yang sekaligus mahasiswa itu terlihat tersenyum.

“lagi ngapain bro?” tanya sang tamu

“ini lagi ngerjain penelitian buat skripsi”

sang tamu meng-oh-kan panjang. sambil menggaruk-garuk kepala dan tersenyum sebelah/tandanya dia bingung/, dan ketika melihat wajah bingung sang tamu, mahasiswa itu balik bertanya

“nah kalo bapak mau ngapain di laboratorium, malam-malam, hari libur lagi (more…)

December 11, 2009

Tantamaslah!(bukan tamasyalah)

Filed under: dakwah, pemikiran, visualisasi — by hak1m @ 1:06 pm

“disetiap lengkung pilihan

takdir setia menanti nafas kita”

oemar timbul

di dunia ini ada yang dapat di jangkau dan ada yang tidak.  seperti potongan-potongan mozaik dan puzzle yang sangat komplesk.

terkadang sering kulihat dunia sebagai sebuah tantangan, namun terlalu sering aku menganggapnya sebagai masalah.

bedanya?

menurutku yang membedakan ialah

hanya seputar perasaan saja. seperti perasaan ketika menemui sebuah hambatan dalam games, ada dua sikap: memainkan peran permainan yang terrrrrbaik, atau yang kedua segera buka Mozila firefox, buka mbah google, dan ketik dalam pencariannya : nama games <spasi> cheat. wew. memang tidak sopan dan tidak gentle yah… namun begitulah hidup.

mana yang kupilih dan yang kau pilih akan menentukan kemana kita akan menuju.

pertanyaannya: “Apa yang kupilih?”

December 9, 2009

Monoton dan Menonton Alamku

Filed under: Uncategorized — by hak1m @ 12:14 pm

dalam hidup yang begitu cepat berjalan ini, seorang ayah pernah bertanya pada anaknya

“apakah yang kau inginkan dalam hidupmu” senyumannya menentramkan sekali

” aku ingin hidup dengan bahagia dan tidak mempunyai masalah. sangat damai sekali” jawab anaknya

sang ayah kemudian memandang langit dan pepohonan disekitarnya dan berkata pada anaknya: “lihatlah nak”

” Apa?” tukas sang anak

“Bagaimana menurutmu jika semua tanah rata, semua pohon sama, dan langit berwarna sama  dan itu berjalan seumur hidupmu?” (more…)

December 7, 2009

Seperti Mawar Penyair

Filed under: Uncategorized — by hak1m @ 12:36 am

seperti mawar cinta kita

tak seorangpun memaksa rekah-kuncupnya

bahkan kau, aku, dan para penyair

yang gemar menyihir rasa dengan kata

mereka takkan mampu menumbuhkannya

pada hatimu juga hatiku

tapi kita yang bodoh bahkan bisu kata

mampu memilikinya

tanpa berguru pada penyair

pecinta ialah penyair diatas penyair

ketika cinta hadir di antara kepala dan perut kita

wajahmu terbuka dimataku

maka kau merasuk dalam jiwaku

menjelma menjadi kuncupmawar

pada taman puisi di dalam mimpi

tapi aku tak pernah tuntas

mencecap aromamu

7 des 09

Next Page »

Powered by WordPress.com